Polri Harus Langsung di Bawah Presiden untuk Menjaga Independensi
Oleh: Takdir Alisahbana Nasution S.Pd Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan
Padangsidimpuan – Isu independensi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi perhatian publik. Berbagai dinamika sosial, politik, dan penegakan hukum menunjukkan pentingnya posisi Polri yang benar-benar profesional, netral, dan tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan kekuasaan. (29/1/2026)
Atas dasar itulah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan berpandangan dan bersepakat bahwa Polri harus berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Penempatan Polri langsung di bawah Presiden sebagaimana amanat reformasi sejatinya bertujuan untuk memperkuat independensi institusi kepolisian.
Polri tidak boleh menjadi alat politik kelompok tertentu, apalagi kepentingan kekuasaan jangka pendek. Sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan, ketertiban, serta menegakkan hukum, Polri harus berdiri di atas semua golongan.
Dalam praktiknya, ketidak jelasan garis komando dan kuatnya intervensi politik berpotensi melemahkan profesionalisme Polri. Ketika kepolisian tidak sepenuhnya independen, maka kepercayaan publik akan tergerus. Padahal, legitimasi utama Polri terletak pada kepercayaan rakyat. Tanpa kepercayaan itu, penegakan hukum akan kehilangan wibawa.
Pemuda Muhammadiyah memandang bahwa Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki mandat konstitusional langsung dari rakyat. Oleh karena itu, penempatan Polri di bawah Presiden justru memperjelas tanggung jawab, mempertegas akuntabilitas, serta meminimalisir tumpang tindih kepentingan antar lembaga. Dengan mekanisme pengawasan yang kuat dari DPR, masyarakat sipil, dan pers, independensi Polri tetap dapat dijaga secara seimbang.
Lebih jauh, Polri yang independen adalah prasyarat utama bagi tegaknya demokrasi dan supremasi hukum. Tanpa kepolisian yang netral, hukum bisa tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kondisi ini jelas bertentangan dengan nilai keadilan sosial yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
Sebagai organisasi kepemudaan Islam yang berkomitmen pada amar ma’ruf nahi munkar, Pemuda Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan mendorong reformasi Polri yang berkelanjutan. Reformasi tersebut harus mencakup penguatan integritas, profesionalisme, transparansi, serta keberpihakan pada keadilan dan kepentingan rakyat.
Kami meyakini, Polri yang langsung berada di bawah Presiden, disertai pengawasan publik yang kuat, akan lebih mampu menjalankan tugasnya secara independen, adil, dan berwibawa. Inilah langkah penting untuk mewujudkan Indonesia yang aman, demokratis, dan berkeadilan.










